Kamis, 17 Februari 2011

Kandungan Vitamin C dan Manfaat Jambu Biji

Dalam bahasa latin Jambu ini artinya adalah Psidium Guajava. Bahasa Inggrisnya Guava. Kita sering mengenalnya jambu klutuk.

Di antara berbagai jenis buah, jambu biji mengandung vitamin C yang paling tinggi dan cukup mengandung vitamin A. Dibanding buah-buahan lainnya seperti jeruk manis yang mempunyai kandungan vitamin C 49 mg/100 gram bahan, kandungan vitamin C jambu biji 2 kali lipat. Vitamin C ini sangat baik sebagai zat antioksidan. Sebagian besar vitamin C jambu biji terkonsentrasi pada kulit dan daging bagian luarnya yang lunak dan tebal.

Kandungan vitamin C jambu biji mencapai puncaknya menjelang matang. Selain pemasok andal vitamin C, jambu biji juga kaya serat, khususnya pectin (serat larut air), yang dapat digunakan untuk bahan pembuat gel atau jeli. Manfaat pectin lainnya adalah untuk menurunkan kolesterol yaitu mengikat kolesterol dan asam empedu dalam tubuh dan membantu pengeluarannya. Penelitian yang dilakukan Singh Medical Hospital and Research center Morrabad, India menunjukkan jambu biji dapat menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida darah serta tekanan darah penderita hipertensi essensial.

Buah ini sangat kaya vitamin C dan beberapa jenis mineral yang mampu menangkis berbagai jenis penyakit dan menjaga kebugaran tubuh. Daun dan kulit batangnya mengandung zat anti bakteri yang dapat menyembuhkan beberapa jenis penyakit . Selain vitamin C, jambu biji juga mengandung potasium dan besi.

Selain anti-oksidan, vitamin C disini memiliki fungsi menjaga dan memacu kesehatan pembuluh kapiler, mencegah anemia, sariawan, gusi berdarah, dll. Selain itu juga vitamin C disini juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dalam melawan berbagai inveksi. Sehingga kita tidak mudah sakit seperti sakit flu, batuk, demam, dll. Vitamin C disini juga berperan dalam pembentukan kolagen yang sangat bermanfaat untuk menyembuhkan luka.

Dalam jambu biji juga ditemukan likopen yaitu zat non gizi potensial lain selain serat. Likopen adalah karatenoid (pigmen penting dalam tanaman) yang terdapat dalam darah (0,5 mol per liter darah) serta memiliki aktivitas anti oksidan. Riset-riset epidemologis likopen pada studi yang dilakukan peneliti Itali, mencakup 2.706 kasus kanker rongga mulut, tekek, kerongkongan, lambung, usus besar dan dubur, jika mengkonsumsi likopen yang meningkat, khususnya pada jambu biji yang daging buahnya berwarna merah, berbiji banyak dan berasa manis mempunyai efek memberikan perlindungan pada tubuh dari beberapa jenis kanker.

Disamping manfaat jambu biji untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah serta mencegah munculnya kanker, memperkuat daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit, meningkatkan kesehatan gusi, gigi dan pembuluh kapiler serta membantu penyerapan zat besi dan penyembuhan luka. Jambu biji juga berkhasiat anti radang, anti diare dan menghentikan pendarahan, misalnya pada penderita demam berdarah dengue (DHF).

Jadi tidak salahnya mulai sekarang kita meminum jus jambu biji merah karena sangat besar manfaatnya bagi kesehatan kita.
Selengkapnya...

Selasa, 03 Agustus 2010

Jangan Sembarangan Simpan Makanan

KONDISI penyimpanan makanan banyak mempengaruhi makanan tersebut. Terbukti, kebiasaan menempatkan makanan dan sisa makanan di tempat terbuka dalam waktu yang cukup lama ternyata mengandung risiko. Yakni menyebabkan rasa dan nilai gizi makanan tersebut berkurang dengan cepat karena telah berinterakasi dengan oksigen di udara.

Maka itu, untuk mencegah berkurangnya rasa dan gizi, para ahli nutrisi dan peneliti makanan merekomendasikan untuk menyimpan makanan dalam wadah penyimpanan makanan yang kedap udara dan air, disamping untuk mencegah bau yang tidak diinginkan.

Kesegaran makanan terkait erat dengan nilai nutrisi yang terkandung di dalamnya. Semakin segar makanan maka akan semakin tinggi nilai nutrisi yang dikandungnya dan semakin sehat makanan itu untuk dikonsumsi.

Apapun jenis makanannya, baik buah maupun sayur segar, makanan yang telah dimasak ataupun yang telah diproses terlebih dahulu, kunci untuk menjaga kesegaran dan kesehatannya adalah dengan menyimpan makana itu secara baik sehingga nilai nutrisinya tidak berkurang.

Keawetan pangan juga dipengaruhi jenis bahan pengemas. Apakah bisa menahan udara dari dalam, kedap air dan juga mampu menahan udara dari luar kemasan. Dengan begitu maka akan terjamin keamanan pangan dan bisa memperlambat kerusakan makanan itu. Yang patut diperhatikan dalam menyimpan makanan adalah, sebuah wadah harus dapat menjaga keawetan produk dengan mengendalikan udara, cahaya, uap air, dan aroma. Serta mampu mencegah terjadinya kontaminasi dari mikroba, serangga dan binatang lainnya.

Perlu diketahui pula, setiap makanan memiliki sifat yang berbeda dalam perlakuan penyimpanannya. Misalkan untuk menyimpan sayur dan buah maka diperlukan wadah yang tidak menyebabkan penguapan atau kehilangan air dari produk pangan tersebut sehingga dibutuhkan wadah yang kedap air.

Wadah kedap udara dan air memang paling dibutuhkan untuk makanan yang masih aktif dalam menangkap oksigen di udara. Sayuran dan buah adalah salah satu contohnya, keduanya merupakan bahan makanan yang masih memiliki proses respirasi yang tinggi. Sayur dan buah yang sudah tidak tumbuh di tanah masih melakukan proses respirasi alias pernafasan. Namun sudah tidak sempurna sehingga respirasinya justru membuat sayur dan buah membusuk. Sederhananya, bayam disimpan di kulkas, seminggu kemudian bayam itu akan busuk dan bau.

Ini karena bayam menyerap oksigen di udara yang membuatnya membusuk. Nah, wadah kedap udara dapat membuat bahan makanan berespirasi tinggi tahan hingga dua minggu. Buah dan sayuran merupakan bahan yang masih melakukan proses respirasi dan nantinya akan menghasilkan CO2 dan air. Maka itu harus tetap dipelihara hidup. Caranya dengan mengendalikan laju O2.

Lain halnya dengan roti yang biasa dimakan untuk sarapan pagi, untuk menyimpan roti usahakan agar tidak terlalu cepat kehilangan air karena akan menyebabkan retrogradasi. Dengan kata lain, roti menjadi keras dan kering. Maka diperlukan wadah yang bisa mencegah kehilangan air (uap). Lain dengan menyimpan bahan berupa bubuk, usahakan jangan menyimpannya dalam wadah yang lembap karena akan menjadikan bubuk ini menjadi lembek.
Selengkapnya...

Sabtu, 24 Juli 2010

Bahaya Korek Kuping

Menggunakan cotton bud atau lidi kapas untuk membersihkan atau menggaruk telinga bagian dalam yang gatal memang nikmat. Tak heran jika banyak orang merasa kecanduan menggunakan korek kuping ini. Tapi, tahukah Anda bahwa aktivitas ini sangat berbaya.

Telinga manusia sebenarnya telah memiliki cairan alami yang dapat menghalau kotoran masuk ke dalam telinga. Cairan yang dalam istilah medis disebut serumen ini bertugas untuk menangkap kotoran sekaligus membersihkannya secara alami.

Kotoran yang tertangkap serumen biasanya akan menggumpal dan inilah biasanya kita buru dengan lidi kapas hingga ke rongga telinga bagian dalam. Tanpa campur tangan lidi kapas, gumpalan kotoran ini bisa keluar dan menguap dengan sendirinya.

Penggunaan lidi kapas justru bisa mendorong gumpalan masuk ke celah sempit di bagian dalam telinga yang seharusnya tak tersentuh kotoran. Kondisi ini berbahaya karena bisa mengakibatkan telinga tersumbat dan mengganggu pendengaran. Bahkan, sangat berpotensi memicu peradangan pada telinga sehingga menimbulkan rasa nyeri.

Membersihkan telinga dengan lidi kapas memang tidak dilarang. Asal, hanya digunakan untuk membersihkan daun telinga hingga muara luar liangnya. Penggunaan lidi kapas untuk membersihkan telinga bagian dalam, tidak saja akan mendorong kotoran ke dalam, namun juga berpotensi mengeringkan serumen sehingga daya pelindung alami telinga hilang.

Jika merasa tak nyaman dengan kondisi telinga bagian dalam dan ingin membersihkannya, sebaiknya datang ke dokter spesialis telinga hidung dan tenggorokan (THT). Kunjungan rutin ke dokter THT juga sangat disarankan untuk menjaga kesehatan telinga.
Selengkapnya...

Jumat, 16 Juli 2010

Tetap Bugar Hadapi Cuaca Ekstrem

PANAS dan hujan yang datang tidak menentu membuat daya tahan tubuh melemah. Butuh perawatan kesehatan ekstra untuk menangkal datangnya penyakit di tengah cuaca ekstrem ini.

Pagi hari panas cerah, tidak berapa lama kemudian hujan turun. Cuaca ekstrem, begitulah sebuatan untuk cuaca yang tidak menentu tersebut. Ini adalah salah satu dampak pemanasan global (global warming). Tak hanya membuat orang tidak nyaman dengan cuaca yang susah ditebak ini, cuaca ekstrem ini juga memberikan dampak yang luas, serius, dan beragam. Salah satunya adalah dampak kesehatan.

Naik-turunnya temperatur secara global dapat mengakibatkan munculnya beberapa penyakit. Tak hanya anak-anak, orang tua pun tak luput dari ancaman serangan beberapa penyakit. Pada saat pergantian musim terjadi, tubuh beradaptasi untuk menghadapi perubahan cuaca dari musim kemarau ke musim hujan. Udara yang semula panas kemudian kering, tiba-tiba menjadi dingin kemudian lembab. Kondisi inilah yang menimbulkan ketidaknyamanan yang menjadikan tubuh mudah terserang penyakit.

Pada umumnya pada musim pancaroba atau terjadinya pergantian cuaca ini, daya tahan tubuh kita melemah sehingga beberapa penyakit dapat saja muncul. Beberapa penyakit yang umumnya muncul, antara lain infeksi virus influenza, sakit kepala, diare, tifus, serta beberapa infeksi lainnya yang umum seperti infeksi tenggorokan dan lainnya.

Influenza atau yang lebih dikenal dengan penyakit flu, memang bukan lagi penyakit yang aneh bagi masyarakat. Beberapa orang bahkan mengalami flu tidak hanya di saat musim ekstrem. Flu disebabkan adanya virus yang menyerang sistem pertahanan tubuh manusia. Virus ini masuk menyerang manusia bisa melalui batuk dan percikan air ludah. Walaupun tidak berbahaya, flu sering mengganggu kegiatan sehari- hari, karena seseorang yang flu sering merasakan lesu, pilek, serta pusing yang terkadang disertai batuk. Namun, dengan istirahat yang cukup, flu biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Kecuali untuk penderita flu berat, sebaiknya segera berkunjung ke dokter. Dalam hal terjadinya penularan, memang tidak semuanya penyakit yang banyak terjadi saat pergantian musim ini menular.

Menular atau tidaknya suatu penyakit tergantung penyebabnya. Bila penyebabnya virus dan bakteri, tentu akan menular. Karena virus sangat mudah menular, dapat melalui droplet infection (seperti bersin, batuk, dan lain-lain). Sedangkan apabila penyakit yang disebabkan karena bakteri, biasanya masuk melalui makanan atau kontak langsung. Penyakit diare pun sering terjadi di masa cuaca ekstrem seperti ini. Salah satu penyebabnya dikarenakan banyaknya debu dan kotoran yang berpotensi menjadi pemicu timbulnya diare yang erat kaitannya dengan pola konsumsi makanan yang biasa mencemari makanan dan minuman.

Sakit yang dialami saat cuaca ekstrem ini, karena daya tubuh yang melemah. Perubahan cuaca dengan tiba-tiba mengakibatkan suhu tubuh pun berubah drastis. Saat cuaca ekstrem yang terjadi sekarang, diperlukan kesehatan yang ekstra. Untuk itu, sebaiknya tingkatkan daya tahan tubuh, dengan istirahat semisal tidur yang cukup, hindari banyak begadang serta merokok. Selain itu konsumsi makan makanan yang bergizi. Bila perlu, Anda bisa menambahkan dengan suplemen apabila merasa makanan yang kita makan kurang mencukupi dari segi vitaminnya. Jangan lupa untuk mengonsumsi cukup sayuran dan buah-buahan.

Asupan cairan juga wajib diperhatikan. Jaga tubuh jangan sampai tubuh kekurangan cairan, artinya jangan kurang minum terutama bila cuaca sangat panas dan berdebu. Dan yang juga penting diperhatikan adalah menjaga kebersihan baik personal maupun lingkungan. Usahakan untuk tidak jajan sembarangan, bila mulai terasa daya tahan tubuh mulai terganggu atau menurun. Terutama untuk anak-anak, akan lebih baik bila menyempatkan diri untuk membawa bekal ke sekolah, atau untuk Anda tidak ada salahnya membawa bekal ke tempat bekerja.

Selain pencegahan berupa asupan pola makan, penting juga untuk berolahraga secara rutin. Olahraga ini penting dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Prinsipnya bila istirahat cukup, konsumsi makanan yang bergizi, olahraga rutin, maka daya tahan tubuh kita diharapkan akan meningkat sehingga tidak mudah terjangkit satu penyakit.

Namun, akan lebih baik bila kita menghindari kontak yang erat bila ada teman atau keluarga kita sedang menderita penyakit seperti influenza, tifus, atau diare. Jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan badan dan lingkungan. Seperti kebiasaan cuci tangan. Walaupun sepele, cuci tangan terbukti efektif menghindarkan kita dari penyakit seperti tifus ataupun diare. (Sumber: Okezone.com)
Selengkapnya...

Sabtu, 24 April 2010

Hati-hati Dengan Panas Dalam

Panas dalam bukanlah penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit. Kondisi kelelahan, gangguan pencernaan, gangguan tenggorokan, hingga ketidakseimbangan hormon, bisa ditandai oleh rasa panas di dalam tubuh.

Panas dalam sering dikeluhkan banyak orang. Sariawan, bibir pecah-pecah, dan nyeri tenggorokan merupakan gejala khasnya. Dr. T Bahdar Johan, Sp.PD, ahli penyakit dalam dari RS Internasional Bintaro, seperti yang dikutip tabloid Senior, menyatakan, istilah panas dalam sebenarnya salah kaprah. "Dalam dunia medis tidak dikenal istilah panas dalam. Jadi panas dalam itu tidak ada. Hanya saja banyak orang telanjur menganggap gejala yang timbul sebagai tanda panas dalam," katanya. "orang yang mengeluh terkena panas dalam itu seringkali tidak demam. Suhu tubuhnya normal ketika diukur dengan termometer," kata Dokter Bahdar Johan.

Jadi, definisi panas dalam untuk tiap orang bisa berbeda. "Dari keluhan yang sering saya jumpai pada pasien yang terkena panas dalam, gejalanya antara lain sariawan, bibir pecah-pecah, sakit gigi, badan pegal, sakit tenggorokan, diare, badan terasa mengeluarkan panas, sensasi terbakar di dada, mimisan, hingga buang air besar disertai darah," ujarnya. Gejala panas dalam juga bisa muncul karena ketidakseimbangan hormon. Ambil contoh perempuan yang sedang memasuki atau mengalami masa menstruasi juga bisa terkena panas dalam.

Prinsipnya mengobati panas dalam cukup mudah. Tergantung dari keluhan pasien. Jika masalahnya terdapat di lambung, obati lambungnya. Hanya saja, obat dokter biasanya hanya menghilangkan gejala. Jika ada penyakit yang mendiami tubuh dan memicu panas dalam, obat itu hanya sanggup mengurangi gejala panas dalam, bukan menghilangkan penyakit penyebabnya, sehingga panas dalam bisa terjadi berulang kali. Disarankan Anda yang mengalami panas dalam tetap waspada. Jika dalam beberapa hari tidak hilang atau reda tapi terus berulang, ada baiknya segera ke dokter. Ada beberapa kiat mencegah panas dalam. Namun kiat ini tidak mutlak berlaku bagi semua orang karena tiap individu memiliki situasi dan kondisi tubuh yang berbeda.

Perhatikan jam makan.
Hal ini berlaku terutama bagi orang yang memiliki gangguan asam lambung. Telat makan bisa menimbulkan gangguan pada lambung (maag) atau naiknya asam lambung hingga ke daerah dada. Ini yang menyebabkan banyak orang merasa terkena panas dalam.

Perhatikan makanan terlalu panas atau dingin.
Makanan yang terlalu panas atau dingin bisa mengganggu sistem pencernaan. Sistem pencernaan manusia bekerja pada batas suhu tertentu. Panas makanan yang berlebih dapat mengganggu lapisan lendir yang melapisi saluran pencernaan. Makanan yang terlalu dingin juga akan membuat sistem pencernaan mengerut, sehingga mempersulit proses pencernaan.

Perhatikan menu makanan.
Makanan yang panas dan digoreng seringkali menyebabkan luka atau iritasi pada tenggorokan. Peradangan tersebut akan menyebabkan munculnya gejala panas dalam. Terlalu banyak minyak dalam makanan juga tidak baik untuk pencernaan dan tenggorokan.

Olahraga secara rutin.
Gejala panas dalam bisa muncul karena kelelahan. Dengan berolahraga, kondisi tubuh bisa dilatih dan terjaga lebih baik. Daya tahan atau stamina pun akan meningkat, sehingga tidak mudah terkena panas dalam ketika kondisi tubuh terlalu lelah.

Kelola stres.
Saat ini banyak orang yang mengeluh terkena panas dalam akibat stres. Stres dapat menurunkan daya tahan tubuh, juga mengacaukan jam makan dan hormon tubuh. (Sumber: Liputan6.com)
Selengkapnya...

Minggu, 14 Februari 2010

Konsumsi Brokoli Tingkatkan Daya Ingat

Anda sering lupa ? Cobalah perbanyak konsumsi brokoli. Menurut penelitian yang dilakukan tim dari Ching Hua University di Beijing, China, kandungan magnesium yang tinggi pada brokoli bisa meningkatkan daya ingat dan intelejensia pada berbagai usia.

Saat ini, tim peneliti sedang mengembangkan suplemen yang berbasis magnesium untuk meningkatkan daya ingat. Mereka melakukan tes suplemen magnesium pada tikus diberbagai usia.

Hasil tes menunjukkan level magnesium yang tinggi bisa meningkatkan daya ingat dan kestabilan mental tikus. Memang dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana efek magnesium yang tinggi pada manusia.

Tetapi jika dilihat fungsinya sebagai zat yang membentuk sel darah merah berupa zat pengikat oksigen dan hemoglobin, magnesium memiliki peranan yang sangat besar dalam menjaga syaraf agar tetap dalam normal. Selain itu, magnesium juga membantu mempertahankan detak jantung agar tetap stabil, menguatkan tulang dan metabolisme energi.

Konsumsi magnesium dianjurkan sebanyak 0.35 gram per hari. Selain mendapatkannya lewat konsumsi brokoli, Anda juga bisa mengonsumsi bayam, kacang polong, gandum, dan makanan laut. Selalu masukkan bahan makanan yang mengandung magnesium tinggi pada menu makanan Anda, agar tubuh menjadi lebih sehat. (sumber: Vivanews.com)
Selengkapnya...

Kamis, 31 Desember 2009

Riwayat Penyakit Gus Dur dimulai 1985

Riwayat penyakit mendiang Kiai Haji Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur dimulai dengan glaukoma pada 24 tahun silam. Kondisi ini memang membuat keterbatasan fisik bagi cucu sang pendiri Nahdlatul Ulama itu. Riwayat penyakit pria kelahiran Jombang, Jawa Timur, 4 Agustus 1940, itu dimulai sejak 1985. Ketika itu, Gus Dur mengalami gangguan di mata. Berbagai keluhan juga mulai dirasakan, seperti muntah-muntah, mual berkali-kali, dan pusing yang cukup hebat.

Sejak itulah, kemampuan penglihatan Gus Dur menurun drastis. Setelah memeriksakan mata ke dokter, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tiga periode (1984-1999) itu itu divonis terkena glaukoma. Sejumlah tindakan medis pun dilakukan untuk menyelamatkan penglihatannya, tapi mata kirinya tidak bisa diselamatkan karena urat syarafnya sudah telanjur rusak. Beruntung mata bagian kanan Gus Dur masih bisa diselamatkan. Hanya saja, sejak itu Gus Dur harus menjalani pemeriksaan rutin setiap enam bulan sekali.

Sekitar Februari 1997, kesehatan mantan Presiden Abdurrahman Wahid sempat agak mengkhawatirkan karena lengan kanannya terkena infeksi. Tangan kanan Gus Dur divonis terinfeksi. Tidak jelas terkena gigitan serangga atau luka tusukan lain meski akhirnya membaik.

Pada 2005, Gus Dur sudah harus melakukan cuci darah tiga kali seminggu karena fungsi ginjalnya tidak lagi bekerja sempurna. Kemudian, Maret 2006, ia masuk kembali ke RSCM dan rencananya akan melakukan operasi ginjal. Tapi, dari berbagai observasi dan hasil check up-nya, Gusdur tidak jadi melakukan operasi ginjal.

Pada 13 April 2009, Gus Dur kembali menjalani perawatan cuci darah di RSCM. Dan Juli 2009, Gus Dur mengalami penyakit alodonia, yaitu sakit dari saraf yang menyebabkan nyeri di seluruh badannya.

Selanjutnya, sejak 25 Desember 2009, mantan orang nomor satu di Indonesia itu kembali menjalani rawat inap di RSCM, Jakarta, setelah sebelumnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Jombang. Saat berada di Jombang untuk berziarah ke makam sejumlah tokoh lama NU, gula darah Gus Dur turun drastis

Pada 26 Desember dilam, Gus Dur mengeluh giginya sakit. Namun, Ahad silam, Gus Dur sempat berkunjung ke Kantor PBNU dan kembali lagi ke RSCM. Mantan presiden itu akhirnya wafat pada Rabu pukul 18.45, setelah didera komplikasi penyakit jantung, ginjal, dan gula darah. Selamat jalan Bapak Bangsa, semoga arwah dan semua kebaikanmu diterima oleh Allah. SWT. Amin..(Sumber: Liputan6.com)
Selengkapnya...

Mitos dan Fakta tentang Telur

Telur adalah sumber protein terbaik sekaligus termurah. Namun, masih banyak yang perlu Anda ketahui lebih jauh tentang telur. RASANYA tak ada orang yang tak kenal bahan makanan yang kaya protein ini. Hampir semua orang pernah menyantapnya dalam aneka hidangan lezat, seperti nasi goreng, aneka kue, mi, dan sebagainya. Sedemikian merakyatnya telur ini sampai ada begitu banyak mitos yang beredar di masyarakat mengenai telur. Sebagian ada yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, tapi tidak sedikit yang salah kaprah. Simak penjelasan mengenai mitos tersebut dari Prof Dr Ir Ali Khomsan, MS dari Departemen Gizi Masyarakat, Institut Pertanian Bogor.

TELUR OMEGA3 BIKIN CERDAS

Informasi “bikin cerdas” ini tidak sepenuhnya salah karena kandungan omega dalam telur Omega3 memang 15 kali lipat lebih tinggi dibanding telur biasa. Mengapa demikian? Tak lain karena untuk menghasilkan produk telur yang kaya akan kandungan asam lemak Omega3, pakan ayam petelurnya pun khusus. Asam lemak Omega3 memang sangat penting untuk kecerdasan. Itulah sebabnya, telur Omega3 sangat baik dikonsumsi anak balita. Namun, harus diingat, kecerdasan seorang anak tidak hanya dipengaruhi faktor nutrisi, tapi juga ditentukan oleh faktor genetik dan sejauh mana stimulasi yang diberikan lingkungannya. Ketiga faktor ini saling menguatkan satu sama lain.

Selain itu, telur jenis ini juga memiliki kandungan kolesterol yang rendah. Ini karena kandungan telur Omega3 antara lain lemak tak jenuh yang mampu menurunkan kadar kolesterol. Perlu diketahui, kadar kolesterol yang tinggi berpotensi menimbulkan sumbatan pada pembuluh darah. Sumbatan inilah yang akan menyebabkan terjadinya serangan jantung maupun stroke. Hingga tidak berlebihan bila dikatakan telur Omega3 merupakan pilihan makanan yang sangat cocok untuk mencegah penyakit jantung. Kandungan Omega3-nya pun mampu memperkuat otot-otot jantung.

TELUR MENTAH/SETENGAH MATANG LEBIH BERKHASIAT
Tidak sedikit orang yang sedemikian percaya bahwa mengonsumsi telur mentah atau telur setengah matang bisa meningkatkan stamina mereka. Anggapan mereka, telur mentah lebih fresh sehingga amat baik untuk dikonsumsi.

Tentu saja anggapan ini hanya mitos. Pasalnya, telur mentah dan setengah matang merupakan telur yang belum siap dicerna tubuh. Lo, kenapa? Karena dalam kondisi mentah maupun setengah matang, ikatan proteinnya masih begitu kuat. Tubuh sulit memecahnya menjadi asam amino sehingga proses untuk mencernanya pun berlangsung amat lambat. Makanya telur mentah mampu membuat yang bersangkutan merasa kenyang lebih lama. Boleh jadi berawal dari sinilah muncul mitos bahwa mengonsumsi telur membuat seseorang merasa lebih kuat beraktivitas, termasuk berolahraga.

Kebiasaan menambahkan madu ternyata memang membantu proses pencernaan. Madu mampu membantu telur agar bisa dicerna lebih baik oleh tubuh. Namun, orangtua tetap harus memerhatikan masalah keamanan pangan. Apalagi saat ini banyak penyakit yang timbul akibat bahan makanan yang tidak dimasak hingga matang, dari tifus sampai flu burung. Ingat, bakteri yang mungkin ada dalam telur mentah bisa saja masuk ke tubuh dan menyebabkan si kecil jatuh sakit. Terlebih jika daya tahan tubuhnya sedang buruk.

PUTIH TELUR SEBAIKNYA DIBUANG
Ditinjau dari kandungan gizinya, kuning telur lebih baik daripada putih telur. Semua jenis protein, kolesterol, lemak, vitamin A yang terkandung di kuning telur tidak dimiliki oleh putih telur. Selain itu, dalam kondisi mentah, putih telur memang bisa menghambat proses penyerapan vitamin A. Namun, meski kandungan gizinya tidak sebaik bagian kuning, putih telur tetap layak dikonsumsi asalkan dimasak matang. Lagi pula putih telur bisa dijadikan olahan lezat lainnya seperti kue. Sayang bukan jika dibuang?

TELUR AYAM KAMPUNG LEBIH BAIK DARIPADA TELUR AYAM NEGERI
Telur ayam kampung memang lebih baik karena mengandung asam amino yang lebih baik dan sekaligus lebih tinggi dibanding ayam ras maupun ayam negeri. Inilah yang menyebabkan semua kandungan gizi pada ayam telur kampung bisa diserap tubuh dengan lebih baik. Meski begitu, dari segi kandungan gizi, seperti lemak, kolesterol, vitamin, dan lainnya, tidak ada perbedaan mencolok antara telur ayam kampung dan ayam ras maupun ayam negeri.

TELUR MERUPAKAN MAKANAN TERBAIK SETELAH SUSU
Semua makanan mengandung protein tinggi atau rendah dalam 100 gramnya tergantung kadar airnya. Artinya, mengonsumsi susu sebanyak 100 cc dibanding telur ayam 100 gram, tentu saja nilai gizinya lebih baik telur ayam. Ini karena susu lebih banyak mengandung kadar air daripada telur. Sebagai gambaran, susu mengandung protein sekitar 3%, sedangkan telur sekitar 12%. Padahal harga 100 cc susu relatif jauh lebih mahal ketimbang 100 gram telur. Apalagi jika dibandingkan dengan daging. Karena itu, telur meru-pakan sumber protein hewani yang terbaik sekaligus termurah.

JANGAN MAKAN TELUR SETIAP HARI
Cukup banyak orangtua yang tak membolehkan anaknya mengonsumsi telur setiap hari. Mereka khawatir gara-gara hobi makan telur, kadar kolesterol dalam darah anaknya meningkat secara drastis dan menimbulkan gangguan/penyakit serius. Pandangan ini tentu saja keliru, apalagi jika diterapkan pada anak-anak Indonesia. Pasalnya, pola makan mayoritas anak Indonesia masih kurang bagus karena jarang minum susu, sementara makan daging pun belum tentu seminggu sekali. Nah, kalau telur pun dijauhi, maka sangat mungkin kekurangan gizi bakal menjadi masalah serius bagi generasi penerus.

Ini tentu amat berbeda dengan kondisi anak sebaya di negara-negara maju yang dalam menu sehari-harinya sering tersaji steak atau olahan daging lainnya dan secara teratur minum susu. Tak heran jika ada yang membatasi konsumsi telur hanya 4 butir dalam seminggu. Yang penting diingat, masa kanak-kanak merupakan masa pertumbuhan. Agar tumbuh kembangnya optimal, kecukupan asupan nutrisi yang baik tentu saja harus diperhatikan. Selain itu, kalau asupan gizinya kurang baik bukan tidak mungkin kecerdasannya tak berkembang semestinya.

Masalah kolesterol umumnya justru banyak muncul kala seseorang berumur 40 tahun ke atas dan bukan di usia anak. Ini bisa dimaklumi karena di usia tersebut biasanya hidupnya lebih makmur. Mereka inilah yang justru harus membatasi asupan makanan yang mengandung kadar kolesterol tinggi. Kalau tidak, mereka akan terancam oleh gangguan jantung dan sejenisnya yang amat jarang dialami oleh anak-anak. Kalaupun ada, biasanya bukan karena hobi makan telur, melainkan karena faktor genetik

TELUR HAMBAT KEPIKUNAN
Kepikunan terjadi karena sel-sel otak mengalami kelaparan glukosa ataupun oksigen. Glukosa ini didapat dari sumber karbohidrat seperti nasi atau roti dan bukan dari protein seperti telur. Dengan demikian tidak ada kaitannya antara konsumsi telur dan kepikunan. Itulah mengapa, dengan sarapan nasi atau roti, otak seseorang akan lebih siap untuk bekerja. Selain itu, kepikunan juga terjadi jika kekurangan asupan oksigen. Entah karena aliran pembuluh darahnya banyak yang tersumbat atau sebab lain. Aliran darah yang terhambat inilah yang membuat indvidu bersangkutan sulit mencerna informasi.

TELUR MERUPAKAN KONDISIONER YANG BAIK
Kondisioner memang ada kaitannya dengan protein dan zinc seperti yang banyak diiklankan oleh banyak produk sampo. Kurangnya asupan protein akan memunculkan gangguan dan aneka masalah rambut, dari rambut rontok, bercabang, kemerah-merahan, mudah patah, dan sebagainya. Tidak heran bila orang yang melakukan diet ketat dengan membatasi asupan lemak dan protein, rambutnya jadi gampang rontok. Karena itu, konsumsilah telur supaya rambut sehat dan kuat.(Sumber: Kompas.com)
Selengkapnya...

Senin, 28 Desember 2009

Kompres dingin atau kompres hangat???

Siapa sih yang tidak tahu demam? Hampir semua orang pasti pernah demam. Ketika demam, badan rasanya tidak enak, kepala nyeri, meriang, tidak selera makan, dan tidur tidak nyenyak. Pokoknya tubuh terasa sangat tidak nyaman. Saat demam, terjadi peningkatan suhu tubuh diatas suhu tubuh normal. Ini yang membuat tubuh kita terasa tidak nyaman. Demam disebabkan oleh adanya infeksi didalam tubuh kita, baik oleh bakteri ataupun virus. Selain itu demam juga dapat timbul ketika tubuh mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi.

Ada banyak cara yang dilakukan untuk mengobati demam. Cara yang paling sering digunakan tentu saja meminum obat penurun demam seperti parasetamol ataupun ibuprofen. Selain itu tentu saja mengobati penyebab demam, bila karena infeksi oleh bakteri maka diberikan antibiotik untuk membunuh bakteri. Tetapi obat-obatan saja tidak cukup, sehingga kadang-kadang digunakan kompres untuk membantu menurunkan demam.

Dari jaman dahulu kompres telah digunakan untuk membantu menurunkan demam, baik pada pengobatan tradisional maupun modern. Cara ini terbukti membantu untuk menurunkan demam. Selain itu kompres dapat digunakan terus menerus karena tidak memiliki efek samping, beda dengan obat yang tidak dapat dikonsumsi terus menerus bila demam tidak turun. Tetapi disini timbul pertanyaan, kompresnya pakai air apa?

Ada dua pendapat mengenai hal ini, ada yang berpendapat lebih baik dikompres dengan air dingin dan ada yang berpendapat dengan air hangat (bukan air panas loh). Kalau secara logika, kita tentu berpikiran bahwa tentu saja dikompres dengan air dingin, “Kan lawan dari panas yah dingin”. Jadi kalau badan kita panas maka dikompres pakai air dingin. Tetapi cara ini tidaklah tepat karena didalam tubuh kita ternyata ada yang namanya pusat pengatur suhu (thermoregulator). Pusat ini yang mengatur suhu tubuh kita. Cara kerjanya, ketika suhu di sekitar tubuh kita dingin maka pusat pengatur suhu akan menangkap sinyal ini kemudian menaikkan suhu tubuh kita untuk mengimbangi, jadi tubuh kita terasa hangat; begitu juga sebaliknya.

Nah, bila kita mengkompres dengan air dingin, yang terjadi adalah air dingin membuat suhu di sekitar dingin sehingga pusat pengatur suhu akan menaikkan suhu tubuh kita . Oleh sebab itu bila dikompres dengan air dingin, yang terjadi bukannya suhu tubuh menurun malah tubuh kita akan semakin tinggi suhunya.

Pada kompres hangat yang terjadi adalah pusat pengatur suhu akan menangkap sinyal bahwa disekitar tubuh hangat maka pusat pengatur suhu akan menurunkan suhu tubuh untuk mengimbangi. Respon pada tubuh akan terjadi vasodilatasi. Vasodilatasi ini yang menyebabkan pembuangan atau pelepasan panas dari dalam tubuh melalui kulit sehingga suhu tubuh akan menurun. Inilah efek yang diinginkan dalam penggunaan kompres yaitu untuk menurunkan demam.

Jadi, mulai sekarang tinggalkan kompres dengan air dingin dan gunakan air hangat untuk mengkompres saat demam.
Selengkapnya...

Selasa, 10 November 2009

Ikan Sarden, Makanan Pencegah Pikun

IKAN tak hanya enak dikonsumsi, namun juga memiliki kandungan yang bisa membuat otak senantiasa sehat.

Banyak penelitian medis menunjukan, jenis ikan yang kaya akan kandungan asam lemak omega-3 sangat bagus untuk nutrisi otak. Pasalnya, asam lemak omega-3 dalam ikan dapat menyokong fungsi sel saraf otak. Asam lemak omega-3 juga bermanfaat dalam meningkatkan kadar memori otak.

Seperti yang dilansir dari Care Fair, Senin (9/11/2009), menyantap ikan satu sampai dua kali dalam sepekan, sama artinya membuat otak tetap fokus, berpikir tajam, serta cerdas dalam jangka waktu lama. Ikan salmon dan ikan sarden merupakan jenis ikan dengan asam lemak omega-3 tertinggi dari semua jenis ikan. Dengan mengonsumsi dua jenis ikan ini, Anda dapat terhindar dari serangan penyakit Alzheimer.

Rajin mengonsumsi ikan merupakan salah satu cara untuk melindungi tubuh dari penurunan fungsi kognitif pada otak. Fungsi kognitif meliputi proses mental untuk mengetahui, berpikir, belajar, merasakan, mengingat, serta menilai sesuatu yang dilihat.

Fungsi kognitif digunakan mulai manusia lahir sampai ketika ajal menjemput. Seperti halnya dengan organ-organ tubuh yang semakin menurun kinerjanya dimakan usia. Otak juga mengalami penurunan produktivitas. Saat fungsi kognitif hilang, maka Anda akan mudah terjangkit penyakit pikun. Penyakit pikun sering kali susah berpikir rasional.

Nah, di sinilah manfaat mengonsumsi ikan salmon maupun ikan sarden. Berapa pun usia Anda, otak akan senantiasa muda dan aktif! (sumber: Okezone.zom)
Selengkapnya...

Kamis, 05 November 2009

Makan Cepat-cepat Berisiko Bikin Gemuk dan Obesitas

London, Ternyata bukan hanya makanan cepat saji yang bikin gemuk, tapi makan cepat-cepat pun bisa membuat seseorang lebih gemuk. Studi tentang kebiasaan makan ini membenarkan pepatah orang tua yang mengatakan bahwa sebaiknya seseorang mengunyah makanan minimal 20 kali sebelum menelan.

Studi menunjukkan bahwa orang yang menelan makanannya dengan cepat cenderung mengonsumsi makanan lebih banyak dibanding orang yang makan dengan santai. Peneliti percaya bahwa makan cepat akan menghentikan produksi hormon peptida YY dan glukagon-peptida di usus yang bertindak sebagai pengerem nafsu makan pada otak.

Hormon yang seharusnya memberi tahu otak bahwa makanan di perut sudah penuh menjadi tidak berfungsi. Akibatnya, seseorang tidak akan merasa kenyang dan menjadi keterusan makan.

Professor Stephen Bloom dari Imperial College, London mengatakan bahwa tren makan cepat yang biasa dilakukan pekerja kantoran atau orang-orang yang sibuk akan memicu risiko obesitas. "Makan cepat sambil mengerjakan pekerjaan di depan komputer akan mempercepat risiko obesitas," ujar Stephen seperti dikutip dari Dailymail, Kamis (5/11/2009).

Untuk itu, Stephen menganjurkan agar seseorang tidak makan dengan cepat-cepat. "Tidak ada salahnya makan dengan perlahan-lahan dan terkontrol. Dengan begitu seseorang justru bisa lebih langsing," jelas Stephen.

Dalam studinya, peneliti mencoba membandingkan pengaruh pola makan cepat dan perlahan pada partisipan terhadap kadar glukosa, insulin dan lemaknya. Masing-masing partisipan diberi makan 300 ml es krim dan diinstruksikan untuk makan dengan kecepatan yang berbeda-beda.

Selain mengukur kadar gula darah, peneliti juga mengukur kadar hormon peptida YY dan glukagon-peptida yang berfungsi mengirim sinyal pada otak untuk berhenti makan.

Hasilnya adalah, partisipan yang makan es krim dalam waktu 30 menit memiliki kadar hormon yang lebih tinggi dalam darah dan merasa sudah kenyang dibanding mereka yang makan dengan buru-buru. Itu artinya partisipan yang makan dengan terburu-buru akan memiliki hormon peptida YY dan glukagon-peptida yang lebih sedikit dalam tubuhnya.

Studi ini dimuat dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism. "Banyak orang yang sudah tahu bahwa makan cepat bisa menimbulkan konsumsi berlebih dan obesitas. Beberapa studi sebelumnya pun sudah membuktikannya. Namun tetap saja banyak orang yang sulit menghentikan kebiasaan buruknya itu," ujar Dr Alexander Kokkinos, dari Laiko General Hospital, Athena, Yunani. (sumber: Detik.com)
Selengkapnya...

Jumat, 30 Oktober 2009

Junk Food Sama Dengan Narkoba

London, Peneliti menemukan kesamaan antara junk food dan narkoba. Keduanya ternyata sama-sama membuat candu. Orang yang terbiasa makan burger, kentang, sosis atau kue akan sulit menghentikan kebiasaannya itu karena otak sudah memprogram makanan itu sebagai candu.

Selama ini orang mengenal junk food sebagai makanan sampah yang tinggi lemak dan gula tapi sedikit nutrisinya. Tapi ternyata tak hanya itu, saking berbahayanya, seorang ahli saraf, Dr Paul Kenny sampai mengatakan bahwa junk food sama dengan narkoba.

"Sudah terbukti, junk food adalah candu yang membuat seseorang kehilangan kontrol makan," ujar Kenny seperti dikutip dari Telegraph, Kamis (29/10/2009). Mereka yang mengonsumsi junk food menurut Kenny akan merasakan efek senang, nyaman dan tenang yang bisa berakibat candu jika tidak mengonsumsinya lagi.

Menurut Kenny, ini adalah studi pertama kali yang menghubungkan antara junk food dan obat-obat terlarang atau narkoba. "Kami sudah menemukan banyak bukti nyata yang menunjukkan bahwa junk food sama bahayanya dengan narkoba," tutur Kenny.

Bukti yang ditemukan peneliti adalah kesamaan antara fondasi saraf-saraf di dalam otak yang disebut juga sebagai zat neurobiological. "Setelah diperiksa, ternyata struktur saraf pada otak orang obesitas yang sering mengonsumsi junk food sama dengan orang yang kecanduan obat-obatan atau narkoba," jelas Kenny.

Dr Kenny yang sekarang bekerja di Florida’s Scripps Research Institute pertama kali melakukan penelitiannya di Guy’s Hospital, London dengan menggunakan tikus percobaan. Ia membagi tikus percobaannya ke dalam tiga kelompok.

Kelompok pertama diberi makanan sehat dalam jumlah banyak. Kelompok kedua diberi makanan junk food tapi dibatasi. Kelompok ketiga diberi makanan junk food tak terbatas, diantaranya kue keju, daging berlemak dan snack cokelat.

Setelah studi berakhir, ternyata tikus di kelompok ketiga menjadi gemuk dengan sangat cepat sedangkan tikus di kelompok pertama dan kedua tidak terlihat ada perbedaan yang signifikan dari berat awalnya.

Peneliti pun kemudian mencoba melakukan pemeriksaan pada otak tikus dari tiga kelompok tersebut. Sebelumnya sebuah stimulasi elektrik diberikan pada bagian otak yang berfungsi mengeluarkan hormon pemberi rasa senang dan nyaman (oxytocin, serotonin, dopamin, feromon, endorfin, dan lainnya).

Dari situ diketahui bahwa ternyata otak tikus di kelompok ketiga membutuhkan stimulasi yang terus menerus untuk mengeluarkan hormon pembawa rasa senang. Sedangkan pada dua tikus di kelompok lainnya, sedikt stimulasi saja bisa membuat hormon itu keluar.

Hipotesis peneliti adalah, untuk mencapai tingkat kesenangan yang sama, tikus yang mengonsumsi junk food ternyata butuh stimulasi yang lebih banyak daripada tikus yang tidak atau jarang makan junk food, dan itu artinya junk food adalah stimulasi yang membawa pada kecanduan. Sama halnya dengan narkoba.

Beberapa bahan khusus yang dipakai untuk memproduksi junk food seperti jenis lemak dan gula tertentu memang didesain untuk membuat konsumen ingin tambah dan tambah lagi. Hal itu yang disinyalir peneliti membuat orang ketagihan. Makan junk food boleh-boleh saja, namun pengendalian diri juga penting. (Sumber: detik.com)
Selengkapnya...

Selasa, 06 Oktober 2009

Kiat menjaga kesehatan jantung

Federasi Jantung Sedunia (World Heart Federation/WHF) memperkirakan penyakit kardiovaskuler akan menjadi penyebab utama kematian di Asia pada 2010. Oleh karena itu, diharapkan dengan pencanangan program “Indonesia Sehat 2010” oleh Departemen Kesehatan RI, angka kematian akibat penyakit jantung dapat ditekan hingga batas yang paling rendah.

Sesungguhnya tidak sulit untuk menekan risiko ancaman penyakit jantung. Untuk langkah awal, Anda dapat mengikuti beberapa kiat berikut ini:

1. Menyesuaikan pola makan
a. Cobalah mengonsumsi lebih banyak makanan seperti beras, sayur-sayuran (buncis, bayam, dsb), buah-buahan, ikan, biji-bijian dan yogurt.
b. Kurangi asupan makanan seperti susu, keju dan kacang-kacangan. Tambahkan bawang putih pada resep makanan Anda.
c. Makan makanan yang mengandung beta karoten seperti wortel, kubis dan umbi-umbian.
d. Kurangi asupan natrium, tidak lebih dari 1 1/4 sendok teh garam dalam sehari. Makan makanan secara teratur. Minum air secukupnya. Ubah kebiasaan minum kopi dengan teh.

2. Merubah pola dan gaya hidup
a. Olahraga secara teratur. Pada awalnya dapat dipilih jenis olahraga berintensitas ringan hingga sedang seperti jalan cepat, atau sepeda statis yang dilakukan minimal selama 30 menit tiga hingga lima kali dalam seminggu. Biasakan menggunakan tangga setiap ingin naik ke lantai yang lebih tinggi.
b. Manfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk melakukan aktivitas fisik. Apabila Anda mengendarai kendaraan bermotor, usahakan untuk memarkirnya sedikit lebih jauh dari tempat tujuan agar Anda terbiasa berjalan.
c. Lakukan pekerjaan rumah seperti menyapu, mengepel, membersihkan rumah sebagai tambahan olahraga Anda. Pertahankan berat badan ideal Anda.
d. Berhentilah merokok dan hindari minuman beralkohol.
e. Istirahat yang cukup. Atur jadwal kegiatan harian Anda agar terhindar dari stres.
f. Lakukanlah latihan yang berguna untuk mengurangi stres seperti terapi relaksasi, yoga dan meditasi. Banyak tertawa juga merupakan obat yang baik.

3. Periksakan kesehatan Anda secara teratur
a. Ketahuilah riwayat penyakit jantung dan pembuluh darah dalam silsilah keluarga Anda.
b. Lakukan medical check up secara berkala, termasuk di dalamnya adalah memonitor tekanan darah dan kolesterol tubuh Anda.

4. Minumlah obat-obat yang sudah diresepkan oleh dokter untuk Anda

5. Berilah dan dapatkan rasa kasih sayang dari orang-orang yang Anda sayangi


Cobalah mengaplikasikan beberapa kiat dasar di atas dalam kehidupan Anda sehari-hari, karena pengobatan yang paling tepat untuk penyakit jantung sebenarnya adalah mencegah penyakit jantung itu sendiri. (Sumber: Liputan 6)
Selengkapnya...

Kamis, 01 Oktober 2009

HIPERTENSI, Cegah dengan Gaya Hidup Sehat

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu faktor risiko paling berpengaruh penyakit kardiovaskular. Pola hidup tidak sehat merupakan faktor pemicu utama dari gangguan kesehatan ini. Sebagian besar penderita hipertensi tidak mengetahui dirinya mengidap masalah itu sebelum memeriksa tekanan darah. Gangguan ini dikenal juga sebagai heterogeneous group of disease karena dapat menyerang siapa saja dari berbagai kelompok umur dan kelompok sosial-ekonomi.

Hipertensi merupakan keadaan saat tubuh kehilangan atau tidak mampu mengendalikan tekanan darah sehingga mengalami tekanan berlebihan. Akibatnya, volume darah meningkat dan saluran darah menyempit sehingga jantung memompa lebih keras untuk menyuplai oksigen dan nutrisi kepada setiap sel di dalam tubuh.

Pada hipertensi terjadi tekanan darah yang berlebihan terhadap dinding arteri. Apabila kondisi ini berjalan terus akan mengakibatkan kerusakan pada pembuluh darah dan kekurangan aliran darah ke jaringan tubuh. Selanjutnya kondisi demikian dapat mengakibatkan kerusakan jaringan jantung, ginjal, otak, dan mata. Penderita hipertensi mempunyai risiko yang lebih besar terkena stroke akibat pecahnya arteri kecil di dalam otak. Penyakit ini kira-kira menyerang 1 dari 10 orang dewasa dalam hidupnya. Hipertensi diketahui berhubungan dengan beberapa penyakit, termasuk arteriosklerosis, aterosklerosis (penyempitan arteri), gangguan ginjal kronik, gangguan kelenjar endokrin, kencing manis, dan hiperlipidemia (kolesterol tinggi).

Seseorang dikatakan menderita hipertensi apabila nilai tekanan darah sistoliknya di atas 140 mm Hg dan diastoliknya di atas 90 mm Hg. Sedangkan tekanan darah diukur berdasarkan tekanan terhadap dinding pembuluh darah (dalam mmHg). Angka 120/ 80 mmHg adalah tekanan darah yang normal yang terjadi pada waktu jantung memompa (sistole) dan istirahat (diastole).

Faktor-faktor risiko yang memicu hipertensi menjadi lebih berat antara lain :
- Diet banyak mengandung lemak jenuh, kolesterol tinggi
- Garam berlebihan dan makanan yang diasinkan
- Makanan yang diawetkan
- Rokok, kopi, dan minuman beralkohol,
- Makanan yang bersifat panas seperti daging kambing dan durian stres
- Obesitas (kegemukan)
- Kehidupan sedentary (kurang bergerak)
- Riwayat keluarga, dan usia.
Faktor risiko yang tidak dapat dirubah adalah genetik/riwayat keluarga dan usia, sedangkan faktor lainnya dapat dirubah.

Hipertensi jarang menunjukan gejala sebelum adanya perubahan pembuluh darah di jantung, otak, dan ginjal. Tetapi, penderita hipertensi umumnya mengalami gejala-gejala seperti : sakit kepala, rasa pegal dan tidak nyaman pada tengkuk, perasaan berputar serasa ingin jatuh, berdebar atau detak jantung terasa cepat, telinga berdenging, dan lain-lain. Secara extrem tekanan darah tinggi dapat merusak bagian dalam dari arteri yang kecil, kemungkinan dapat menyebabkan pembekuan darah. Jika hal ini terjadi maka dapat menyebabkan stroke (jika pembekuan darah terjadi di otak), serangan jantung (jika terjadi pada jantung), kebutaan (jika terjadi pada retina mata), dan gagal ginjal (jka pembekuan darah terjadi di ginjal).

Tindakan pencegahan yang perlu dilakukan oleh penderita hipertensi agar tidak kambuh dan bertambah berat yaitu melalui pengontrolan pola atau gaya hidup, seperti :
- Diet rendah lemak, diet rendah garam
- Berhenti merokok dan minuman alkohol
- Kurangi atau berhenti minum kopi
- Hindari mengkonsumsi daging kambing, dan buah durian
- Hidup dengan tenang dan santai, hindari stress
- Olahraga secara teratur yang disesuaikan dengan kondisi tubuh
- Menurunkan berat badan bagai penderita obesitas,

Konsumsi makanan yang mengandung mineral kalium, kalsium, dan magnesium yang dapat membantu menurunkan tekanan darah seperti buah pisang, belimbing, jamur kuping hitam, bawang bombay, bawang putih, ketimun, dan lain-lain.
Selengkapnya...

Minggu, 27 September 2009

Serat makanan benteng KESEHATAN

Dibandingkan zat gizi lain, serat pada makanan sering kurang diperhitungkan. Makanan berserat dipandang sebelah mata dan dianggap hanya bermanfaat untuk mencegah konstipasi atau sembelit. Orang sering merasa sudah tercukupi kebutuhan seratnya hanya karena sudah merasa lancar buang air besarnya. Padahal berdasarkan penelitian, konsumsi serat rata-rata orang Indonesia ternyata baru mencukupi 1/3 dari kebutuhan seharusnya. Tidak heran bila kegemukan, penyakit kolesterol tinggi, diabetes, penyakit jantung koroner, stroke menjangkiti masyarakat Indonesia. Adapun tipe serat berdasarkan mekanisme kerjanya, adalah:
1. Serat larut
Perasaan penuh di perut berasal dari serat larut. Ini juga membantu mengontrol gula darah pada penderita diabetes dan kadar kolesterol. Diantara sumbernya adalah sayuran, buah dan produk kedelai.
2. Serat tak larut
Bermanfaat mencegah sembelit dan buang air besar keras. Jangan lupa untuk banyak minum jika anda banyak makan serat. Diantara sumbernya adalah sereal, kulit buah dan kacang-kacangan.

Ada banyak alasan mengapa harus mengkonsumsi serat dalam makanan sehari-sehari. Selain mampu menurunkan kadar kolesterol juga mampu melawan penyakit jantung. Serat sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Untuk itulah, kita sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi serat yang cukup setiap harinya. Ada beberapa manfaat sehat serat, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Untuk jantung sehat
Penyakit jantung koroner (PJK) menjadi penyebab utama kematian hampir di setiap negara. Dari penelitianii, ada hubungan langsung antara konsentrasi kolesterol darah dengan PJK. Dilihat dari jenisnya, serat jenis larut air diyakini sangat efektif dalam membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah hingga 5% karena kemampuannya dalam menjerat lemak dan membuangnya melalui kotoran agar tidak diserap oleh tubuh.

2. Membantu menjaga berat badan ideal (diet sehat)
Makanan berserat tinggi biasanya juga berkalori rendah. Kalori tinggi jika tidak diimbangi dengan pembakaran energi yang seimbang adalah biang dari kegemukan. Selain itu serat khususnya yang larut air, mampu menghambat laju penyerapan gula darah dan lemak, serta memberikan efek kenyang yang lebih lama untuk menunda keinginan makan.

3. Mencegah sembelit dan wasir
Menurut riset klinis, konsumsi serat tinggi, akan menghasilkan tinja dengan massa lebih besar, sehingga merangsang gerakan peristaltik usus besar untuk menekan tinja keluar. Selain itu serat juga membentuk tinja yang lunak dan licin sehingga tidak keras atau menyakitkan saat dikeluarkan.
Karena serat bermanfaat dalam pembentukan tinja yang lunak dan besar, maka kerja otot usus besar tidak terlalu berat untuk mengeluarkannya. Tinja yang keras dan selalu mengejan setiap kali buang air besar akan membuat otot usus besar menjadi melemah dan berisiko terjadi wasir atau pelebaran pembuluh darah pada anus.

4. Mencegah risiko diabetes
Tidak hanya gula, namun juga karbohidrat di dalam tubuh yang akan diubah menjadi gula darah dengan enzim pencernaan tertentu. Hasil penelitian pada hewan percobaan dan manusia mengungkapkan bahwa kenaikan kadar gula darah dapat ditekan jika karbohidrat dikonsumsi bersama serat makanan khususnya yang serat larut air. Ini akan sangat bermanfaat bagi penderita diabetes, baik tipe I maupun tipe II.

5. Mencegah gangguan usus (Divertikulosis)
Berdasar penelitian, hampir sebagian orang dewasa usia mulai 45-an tahun menderita divertikulosis. Kondisi ini terjadi karena tekanan usus yang menyebabkan munculnya tonjolan-tonjolan abnormal pada dinding usus besar berbentuk semacam bisul. Tonjolan tersebut dapat mengikat kotoran (tinja) sehingga terjadi radang yang menyakitkan. Serat makanan dapat mendorong tinja agar mudah dikeluarkan, sehingga tonjolan dapat mengecil dan lama-kelamaan akan hilang. Meskipun tak menyembuhkan, serat dapat membantu mencegah divertikulosis.

6. Membantu meningkatkan daya tahan tubuh
Pada usus besar kita banyak hidup bakteri baik yang bermanfaat bagi kesehatan dan daya tahan tubuh menghadapi serangan bakteri jahat yang terbawa oleh makanan yang dikonsumsi. Serat khususnya yang larut merupakan prebiotik sebagai makanan bagi bakteri baik atau sering disebut probiotik. Fermentasi serat dalam usus besar meningkatkan pertumbuhan bakteri penghasil asam laktat, yang membantu mencegah akumulasi zat racun dan bakteri patogen penyebab penyakit.

7. Untuk tampilan otot lebih padat

Sayur-mayur kaya serat seperti brokoli, kembang kol, dan bayam, memiliki kandungan yang disebut indoles. Indoles dapat sedikit menekan tingkat estrogen pada pria dan sedikit meningkatkan kadar testoteron. Hal ini sangat kondusif untuk mencapai tampilan fisik yang lebih keras dan padat, serta sintesa protein yang lebih baik untuk pembentukan otot.

8. Mencegah kanker
Konsumsi serat diyakini dapat mencegah kanker usus. Para peneliti mencermati bahwa serat dapat membantu menjaring zat-zat penyebab kanker dan lalu membuangnya dari dalam usus. Bahkan sebuah studi menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi 26 gram serat per hari memiliki risiko 25% lebih kecil atas kanker usus dibandingkan partisipan yang hanya mengkonsumsi 8 gram.
(Disadur dari berbagai sumber)
Selengkapnya...

Kamis, 24 September 2009

Bahaya dibalik kebiasaan MEROKOK

Semua orang selalu menginginkan kehidupan yang dijalani adalah kehidupan yang sehat yang dicerminkan oleh lingkungan sehat. Oleh karenanya menjaga lingkungan sehat sudah menjadi kewajiban seluruh masyarakat bukan hanya pemerintah. Jika ingin memiliki kehidupan yang sehat kita harus memulainya dengan cara menanamkan pola hidup sehat bagi diri sendiri dulu, termasuk dengan tidak merokok. Kalaupun sudah merokok, maka anda harus berusaha dengan sekuat tenaga untuk berhenti merokok karena banyak bahaya yang mengintai dibalik kebiasaan merokok.

Tentang bahaya rokok pada umumnya saya rasa sudah banyak yang tahu, apalagi bagi orang yang tiap hari menghisap rokok, soalnya kan dalam setiap bungkus rokok terdapat tulisan tentang bahaya rokok, seperti ini. MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN. Tapi anehnya meski pada bungkus atau kemasan rokok sudah tercantum tulisan tentang bahaya rokok yang sangat menakutkan, tetap saja banyak yang merokok.

BAHAYA MEROKOK
Banyak penelitian yang membuktikan kebiasaan merokok meningkatkan resiko timbulnya berbagai penyakit, seperti penyakit jantung dan penyakit ganggguan pembuluh darah, kanker paru-paru, kanker rongga mulut, kanker laring, kanker osefagus, bronkitis, tekanan darah tinggi, impotensi, serta gangguan kehamilan dan cacat pada janin. Pasien-pasien perokok juga beresiko tinggi mengalami komplikasi atau sukarnya penyembuhan luka setelah pembedaan termasuk bedah plastik dan rekontruksi, operasi plastik pembentukan payudara dan operasi yang menyangkut anggota tubuh, bagian bawah.

Pada kenyataannya kebiasaan merokok ini sulit dihilangkan dan jarang diakui orang sebagai suatu kebiasan buruk. Apalagi orang yang merokok untuk mengalihkan diri dari stres dan tekanan emosi, lebih sulit melepaskan diri dari kebiasaan ini dibandingkan perokok yang tidak memiliki latar belakang depresi.

Penelitian yang terbaru juga menunjukan adanya bahaya dari second hand smoke yaitu asap rokok yang terhirup oleh orang-orang yang bukan perokok karena berada disekitar perokok juga bisa disebut perokok pasif. Rokok tidak dapat dipisahkan dari bahan baku pembuatannya yaitu tembakau. Di Indonesia tembakau di tambah cengkeh dan bahan-bahan lain dicampur untuk dibuat bahan rokok kretek. Selain kretek tembakau juga dapat digunakan sebagai rokok linting, rokok putih, cerutu, rokok pipa dan tembakau tanpa asap (tembakau kunyah).

Kandungan dalam asap sebatang rokok yang dihisap? tidak kurang dari 4000 zat kimia beracun. Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas (85 persen) dan partikel. Nikotin, gas karbonmonoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida, amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol, kumarin, 4 etilkatekol, ortokresol dan perylene adalah sebagaian dari beribu-ribu zat didalam rokok. Komponen gas asap rokok adalah karbonmonoksida, amoniak, asam hidrosianat, nitrogen oksida dan formaldehid. Partikelnya berupa tar, indol, nikotin, karbarzol, dan kresol. Zat-zat ini beracun, mengiritasi dan menimbulkan kanker (karsinogen).

ZAT-ZAT TERSEBUT DAN BAGAIMANA MEREKA MEMBAHAYAKAN TUBUH
Nikotin Zat yang paling sering dibicarakan dan diteliti orang, meracuni syaraf tubuh, meningkatkan tekanan darah, menimbulkan penyempitan pembuluh darah tepi dan menyebabkan ketagihan dan ketergantungan pada pemakainya. Kadar nikotin 4-6 mg yang diisap oleh orang dewasa setiap hari sudah bisa menimbulkan ketagihan.

Timah hitam (Pb) yang dihasilkan sebatang rokok sebanyak 0,5 ug. Sebungkus rokok (isi 20 batang) yang habis diisap dalam satu hari menghasilkan 10 ug. Sementara ambang batas timah hitam yang masuk ke dalam tubuh adalah 20 ug per hari. Bisa dibayangkan bila seorang perokok berat menghisap rata-rata 2 bungkus roko per hari, berapa banyak zat berbahaya ini masuk kedalam tubuh.

Gas karbonmonoksida (CO) memiliki kecenderungan yang kuat untuk berikatan dengan hemoglobin dalam sel-sel darah merah. Seharusnya hemoglobin ini berikatan dengan oksigen yang sangat penting untuk pernapasan sel-sel tubuh, tapi karena gas CO lebih kuat dari pada oksigen maka gas CO ini merebut tempatnya disisi hemoglobin. Jadilah hemoglobin bergandengan dengan gas CO. Kadar gas CO dalam darah bukan perokok kurang dari 1 persen. Sementara dalam darah perokok mencapai 4-15 persen.

Tar adalah kumpulan dari beribu-ribu bahan kimia dalam komponen padat asap rokok dan bersifat karsinogen. Pada saat rokok dihisap tar masuk ke dalam rongga mulut sebagai uap padat. Setelah dingin akan menjadi padat dan membentuk endapan berwarna coklat pada permukaan gigi, saluran pernafasan dan paru-paru. Pengendapan ini bervariasi antara 3-40mg per batang rokok, sementara kadar tar dalam rokok berkisar 24-45 mg

Jadi dapat disimpulkan bahwa merokok merupakan kegiatan yang dilakukan manusia yang mengorbankan uang, kesehatan, kehidupan sosial, pahala, persepsi positif, dan lain sebagainya. Maka bersyukurlah anda jika belum merokok, karena anda adalah orang yang pandai. Ketika seseorang menawarkan rokok maka tolak dengan baik. Merasa kasihanlah pada mereka yang merokok. Jangan dengarkan mereka yang menganggap anda lebih rendah dari mereka jika tidak ikutan ngerokok. karena dalam hati dan pikiran mereka yang merokok sebenarnya mereka ingin berhenti merokok.
Selengkapnya...

Selasa, 15 September 2009

Mudik sehat saat lebaran

Kurang seminggu lagi, lebaran akan datang. Di Indonesia, lebaran identik dengan mudik, yaitu aktivitas pulang kampung bagi orang yang tinggal jauh dari keluarga atau kampung halamannya, namun bagi mereka yang tak bisa pulang, ritual maaf-memaafkan biasanya dilakukan dengan saling berkirim kartu lebaran, bertelepon, atau berkirim SMS. Warga yang bekerja jauh dari kampung halaman telah bersiap mudik. Ada yang menempuh jalan darat, laut, juga udara. Harapannya, tentu sampai di tempat asal, kondisi badan tetap sehat sehingga kebahagiaan pada saat Lebaran bisa diraih.
Mereka yang bisa bertemu sanak sodara, biasanya memanfaatkan momen ini untuk berkumpul atau sekedar reuni dengan teman-teman lama. Berkumpul dalam suasana segar, itulah yang kita inginkan. Padahal sakit ataupun capai pasti selalu dirasakan setiap melakukan perjalanan jauh. Berikut ini beberapa tips melakukan perjalanan sehat saat mudik:

• Persiapan secara umum, seluruh anggota keluarga yang akan mudik mesti cukup istirahat, terutama bagi pemudik yang akan menggunakan jalan darat. Maklum, waktu sampai ke tujuan tidak diprediksi. Bisa saja waktu tempuh dalam hari-hari normal cuma berbilang jam, namun saat menjelang lebaran waktu tempuhnya bisa molor berlipat-lipat.

• Bagi pemudik yang kebetulan membawa kendaraan, sebaiknya ada beberapa orang yang bisa membawa kendaraan alias menyopir. Itu penting agar pemudik bisa bergantian memegang setir. Walhasil, rasa capek dan kantuk tak dimonopoli satu orang sehingga kemungkinan celaka di jalan bisa dihindari.

• Waktu perjalanan sebaiknya malam hari karena perjalanan relatif lancar. Meski begitu, perjalanan siang tidak jadi masalah jika mobil atau kendaraan mempunyai penyejuk udara yang baik. Jika tidak, persediaan air putih harus cukup. Maklum, jika saat perjalanan banyak keluar keringat, hal itu harus diimbangi dengan banyak minum putih agar tidak terjadi dehidrasi.

• Selama dalam perjalanan, jangan segan memanfaatkan tempat istirahat untuk bisa melakukan olahraga kecil dan meluruskan badan. Manfaatkan juga waktu di sini untuk buang air kecil alias kencing. Jangan sampai menahan kencing karena bisa mengakibatkan terjadinya infeksi saluran kencing.

• Usahakan jangan membeli makanan dan minuman di pinggir jalan. Sebab, kualitas makanan dan minuman tersebut belum tentu terjaga dengan baik karena selalu terpapar panas matahari.

• Sebaiknya membawa minum dan makanan kering dari rumah. Jangan membawa makanan basah yang cepat rusak mengingat waktu perjalanan sulit diprediksi.

• Sejumlah obat perlu dipersiapkan, seperti obat antidiare, obat antimuntah, obat sakit maag, dan obat sakit kepala. Obat-obatan ini sangat membantu sebagai obat pertolongan pertama.

• Khusus bagi pemudik yang membawa bayi dan anak di bawah usia lima tahun, siapkan secara teliti susu, makanan, dan obat-obatan yang mungkin diperlukan. Persiapan obat mesti diperhatikan jika ada anggota keluarga yang memiliki penyakit kronis.

• Bagi anggota keluarga yang memiliki penyakit muntah selama perjalanan (motion sickness), minumlah obat antimuntah sebelum perjalanan dimulai. Obat ini bekerja selama delapan jam.

• Khusus bagi mereka yang memiliki penyakit maag, sebaiknya mengkonsumsi obat maag yang berjenis penekan asam lambung, seperti ranitidine, famotidine, omeprazole, lansoprazole, rabeprazole, pantoprazole, dan esomeprazole. Umumnya obat-obatan ini bekerja selama 12-24 jam.

• Yang terakhir, jika selama perjalanan mudik ada yang mengalami gangguan kesehatan cukup berat, seperti muntah-muntah, diare, atau sakit kepala hebat, sebaiknya membatalkan puasa. Tentu saja, jika sakit terus berlanjut, hubungi dokter atau layanan kesehatan terdekat.
Mudik sehat, lebaran sehat, kita bisa bergembira berkumpul bersama keluarga menyambut hari yang penuh pengampunan. Selamat Mudik dan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin. (Disadur dari berbagai sumber).
Selengkapnya...

Selasa, 08 September 2009

Bebas bau mulut selama berpuasa..

Berpuasa berarti tidak ada asupan melalui mulut sehingga tidak jarang malah menyebabkan bau mulut. Bau mulut selama berpuasa memang terasa agak mengganggu. Sebenarnya soal bau mulut ini lumrah terjadi saat seseorang berpuasa. Hal tersebut merupakan gejala fisiologis yang masih berada dalam batas normal. Tapi bukan berarti bisa dibiarkan, karena kalau mulut bau membuat rasa tidak nyaman dalam bergaul dan berkomunikasi dengan orang lain. Apalagi ketika pekerjaan kita mengharuskan berinteraksi dengan orang banyak, kita pasti tidak mau ada rasa canggung karena bau mulut.

Bau mulut tersebut muncul karena ketika berpuasa aktivitas mulut dan kelenjar ludah (saliva) menurun. Selama berpuasa aktivitas mengunyah makanan tidak ada sehingga sekresi saliva juga rendah. Padahal selain berfungsi menjaga keseimbangan cairan, saliva juga berfungsi membasahi dan membersihkan rongga mulut serta membunuh bakteri patogen. Bila sekresi saliva rendah maka bakteri penyebab penyakit (patogen) akan berkembang di dalam rongga mulut sehingga populasinya bertambah banyak dan menimbulkan bau.

Selain itu, ada beberapa penyebab lain yang perlu diketahui dalam masalah bau mulut ini. Bau mulut atau halitosis bisa juga disebabkan karena penyakit tertentu, seperti Diabetes Melitus (DM), gangguan pada hati, gusi berdarah, penebalan lidah, gangguan pencernaan, terutama pada lambung. Penyakit pada saluran pernapasan, seperti radang tonsil dan sinus, gigi berlubang (sakit gigi), infeksi pada gusi, dan karang gigi juga dapat menimbulkan bau mulut. Namun, penyebab yang paling umum terjadi adalah karena tertinggalnya sisa-sisa makanan yang tak dibersihkan di dalam mulut. Sisa-sisa makanan yang masuk di lubang dan sela-sela gigi akhirnya membusuk dan mengeluarkan bau yang tak sedap.

Jika kita tahu cara menyiasatinya, ternyata kita bisa menjalankan puasa tanpa bau mulut. Sebaiknya periksakan gigi secara teratur untuk membersihkan plak/karang gigi dan menjaga kesehatan gusi, sehingga selama berpuasa tidak akan terganggu oleh masalah mulut dan gigi. Berikut ini beberapa tips agar terbebas dari bau mulut. Ayo kita coba dan buktikan!

1. Segera sikat gigi setelah makan sahur karena setelah 2 menit sisa makanan yang menempel di mulut dengan cepat menjadi asam.

2. Hindari menyantap hidangan yang beraroma 'aduhai' seperti petai, jengkol, bawang mentah pada saat bersantap sahur.

3. Selesai makan sahur, minum air putih banyak-banyak.

4. Gunakan saat berwudhu untuk berkumur-kumur agar menetralisir tingkat asam di mulut.

5. Menggosok gigi dan menyikat lidah setelah makan dan menjelang tidur. Permukaan lidah yang tak rata memungkinkan adanya sisa makanan tersangkut di sana.

6. Di lingkungan keluarga Arab ada kebiasan mengunyah sejumput adas manis sehabis makan. Setelah dikunyah dan disisip airnya, ampasnya dibuang. Aroma adas manis yang harumnya mirip aroma obat batuk benar-benar 'pencuci mulut' yang bisa diandalkan saat puasa.

7. Air rebusan daun sirih dapat digunakan untuk berkumur setelah makan sahur. Air rebusan sirih berfungsi sebagai antibakteri penyebab bau mulut.

8. Berkumur dengan larutan penyegar selama 30 detik. Sebaiknya dilakukan sebelum imsak. Pastikan agar pembersihmulut bukan berbahan dasar alcohol. Kandungan alcohol malah membuat mulut lebih kering dan masalah kian parah.

Jika menerapkan pola-pola di atas seharusnya bau mulut bisa berkurang, namun jika bau mulut tetap sangat tajam maka bisa juga karena faktor lambung, mengkonsumsi obat atau ada gangguan kronis yang sebaiknya anda periksakan ke dokter. (disadur dari berbagai sumber)
Selengkapnya...

Sabtu, 05 September 2009

Humor Kesehatan Part 1

Tertawa itu sehat, itulah judul posting saya pada tanggal 16 Juli 2009, ya dengan tertawa banyak manfaat yang bisa kita peroleh mulai dari mencegah stres, meningkatkan kekebalan tubuh, membuat tubuh lebih tenang dan masih banyak lagi manfaat yang kita peroleh dengan tertawa. Untuk itulah mulai hari ini blog seputar obat akan memberikan rubrik baru yakni rubrik humor kesehatan, rubrik ini akan memberikan cerita-cerita lucu yang ada hubungannya dengan kesehatan. Diharapkan dengan membaca cerita-cerita lucu ini, kita bisa tertawa dan bisa membuat kita sehat.

Bayi Lahir Tanpa Tulang
Peristiwa yang mungkin cukup langka ini sempat menarik perhatian media cetak lokal. Tak ayal, para wartawan pemburu berita pun segera mendatangi rumah sakit untuk membuktikan kebenaran kabar tersebut. Di ruang pasien, tampak telah berkumpul keluarga serta sanak famili dari pasien. Sebelumnya, pihak dokter yang dimintakan pendapatnya, tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan. Bahkan meminta para wartawan untuk menanyakan langsung ke pihak keluarga, kenapa sampai bayi tersebut lahir tanpa tulang. Para wartawan pun mencoba menanyakan langsung ke pihak keluarga, apa kira-kira yang penyebab kelainan tersebut.
Menurut penjelasan pihak keluarga, selama mengandung tidak menunjukkan tanda-tanda kelainan. Beratnya normal, makannya pun juga tidak ada yang aneh-aneh. Hanya saja, sang ibu tidak begitu suka dengan sayur bayam.
Ketika ditanyakan apa kira-kira yang menjadi penyebab bayi tersebut sampai lahir tanpa tulang. Sejenak, tampak semuanya terdiam sampai akhirnya juru bicara keluarga maju untuk mencoba menjelaskan. Itu pun setelah bisik-bisik dulu dengan anggota keluarga lainnya. "Sebenarnya, hal ini adalah urusan intern keluarga kami. Tapi karena anda menanyakannya, maka yang bisa saya sampaikan adalah tulang dari bayi ini semuanya sedang berkumpul di Medan karena ada acara keluarga yang tidak bisa ditinggalkan."
Bah, orang Batak rupanya ...!
note: tulang dalam bahasa medan artinya om/paman

Test Mata
Seorang pasien sedang di tes matanya oleh dokter,untuk mengetahui jenis penyakitnya.
Dokter : gambar apa ini..?.(uang Dollar).
Pasien : Uang Dollar.
Dokter : gambar uang apa ini…?.(Uang Rupiah).
Pasien : Uang Rupiah.
Dokter : gambar uang apa ini…?.(Yen Jepang).
Pasien : Yen Jepang.
Dokter : ya cukup,anda punya penyakit mata akut.
Pasien : penyakit mata apa Dok…?.
Dokter : mata duitan….

Penyuluhan Kesehatan
Seorang dokter muda berparas cantik dari kota melakukan penyuluhan kesehatan di suatu desa. Kepada penduduk desa yang sudah berkumpul di halaman puskesmas, dokter itu berkata, "Menjaga kesehatan diri sendiri dimulai dari bagaimana menjaga kesehatan mulut."
Lalu dokter itu menoleh ke sekumpulan bapak-bapak. "Saya ingin tahu, seberapa sering bapak-bapak menggosok gigi?"
Warga 1: (agak malu-malu) "Kalo saya sih cukup sekali sehari."
Warga 2: "Payah! Saya 3 kali sehari."
Dokter : "Bagaimana perhitungannya?"
Warga 2: "Pagi hari setelah sarapan, siang hari setelah makan, dan malam hari sebelum tidur."
Warga 3: "Gitu aja sombong ... saya dong 12 kali!"
Dokter : "Wah ... itu bagaimana ngitungnya?"
Warga 3: "Januari, Februari, Maret, ...."

Kakek Impoten Ayah Impoten Anda Darimana
Pada suatu hari seorang dokter kedatangan pasien yang mempunyai gangguan impotensi.
Dokter: ` ada gangguan apa?`
Pasien: ` Ini ..dok, saya mengalami gangguan pada alat saya.`
Dokter: `kenapa?`
Pasien: Anuu, ngga bisa B`diri...impoten.`
Dokter: `sebabnya?`
Pasien: `entahlah dok, padahal dulu juga ngga papa, tapi dulu ayah saya itu impoten, juga kakek saya...
Dokter: `??!!...Lho, kalo gitu.. kalo dulu kakek dan ayah anda impoten, terus anda itu dari mana??`
Pasien: CILACAP ..dok.

Rumah Sakit Bersalin

Di sebuah Rumah Sakit yang begitu megah di Jakarta, di mana banyak sekali orang yang berlalu lalang baik itu yang berobat, para pembesuk ataupun yang sedang menunggui pasien. Utom adalah satu dari sekian banyak orang yang ada di Rumah Sakit tersebut, karena istrinya baru saja melahirkan anak pertamanya. Otomatis saat itu ia berada di ruangan bersalin. Sudah dua hari ia berada di situ dan dia sedang berbahagia karena anak lelaki yang didambakannya sudah hadir ke dunia ini.
Saat dia sedang melamun di depan ruang bersalin tiba-tiba dia melihat seorang lelaki dengan tergesa-gesa dan terburu-buru menyerobot masuk ke ruang bersalin, dan beberapa saat kemudian lelaki itu tampak keluar didorong memakai kursi roda oleh seorang suster karena pingsan, Utom heran kenapa lelaki ini, karena penasaran Utom segera menghapiri beberapa suster yang ada di ruang bersalin, dia bertanya, "sus, boleh tau kenapa lelaki yang baru datang tadi tiba tiba pingsan?"
Dengan tenang si suster menjawab, "Oh itu dia terburu-buru datang kesini karena isterinya akan segera melahirkan, tapi dia lupa sesuatu," "Lupa apa, sus?" tanya Utom lagi.
"Dia lupa membawa istrinya."
Selengkapnya...

Minggu, 30 Agustus 2009

Tips Sahur dan Berbuka

Pada saat berpuasa, aktivitas makan hanya berlangsung 2 kali, yaitu saat buka & sahur. Untuk itu pilihan makanan yang sehat & tepat dapat menghindari gangguan kesehatan, puasa pun nyaman & tetap energik, serta berat badan terkendali. Puasa tidak identik dengan lemas dong. Anda bisa tetap ceria saat beraktivitas meski tengah manjalankan ibadah puasa. Kuncinya: Tepat mengonsumsi makanan saat sahur. Memang sebagian dari kita malas saat makan sahur, karena biasanya saat jam itu kita terlelap tidur. Namun makan sahur merupakan kunci agar selama menjalankan ibadah puasa badan kita tidak lemas.

Banyak yang menggunakan alasan tubuh lemas karena kurang makan sehingga berakibat terhadap menurunnya produktivitas kerja sehari-hari. Dengan alasan tersebut, kemudian timbul perilaku tidak sehat yang dilakukan tanpa sadar dan menjadi kebiasaan selama berpuasa. Berikut ini beberapa tips khusus saat sahur dan berbuka puasa agar tubuh kita tetap sehat dan segar selama bulan puasa sehingga terhindar dari kebiasaan yang kurang sehat:

SAAT SAHUR
1. Makan makanan hangat, tujuannya tak lain agar makanan mudah dicerna sekaligus merangsang keluarnya enzim pencernaan

2. Porsi cukup. Jangan terlalu banyak atau terlalu sedikit. Sahur ini sebagai pengganti sarapan, untuk mencukupi kebutuhan energi sepanjang hari. Usahakan gizi seimbang, cukup protein untuk menjaga kadar gula darah selalu dalam kondisi normal. Makan perlahan-lahan dan sedikit demi sedikit agar lambung terisi dengan baik.

3. Makan sayur dan buah. Sayur dan buah sebagai sumber vitamin dan mineral yang baik untuk menjaga daya tahan dan kebugaran tubuh. Makanan ini juga kaya serat sehingga perut akan terasa kenyang dalam waktu lama. Dianjurkan mengonsumsi sayur dan buah yang kaya vitamin A, B, C dan E.

4. Minum susu. Jangan lupa tutup sahur dengan segelas susu sehingga tubuh akan memperoleh asupan gizi yang lengkap untuk aktivitas sepanjang hari

5. Minum air putih. Perbanyak minum air putih agar mengurangi bau mulut akibat keringnya mulut dan kurangnya aliran ludah & kurang bersihnya gigi. Sangat dianjurkan minum air putih 3-4 gelas pada saat bersahur.

6. Jangan minum kopi. Kopi tergolong diuretik yang akan menyebabkan cairan tubuh sering keluar, makanya hindari meminum kopi saat sahur

7. Solusi mi instan. Kalau terlambat bangun dan hanya sempat merebus mie instan, usahakan menambahnya dengan telur dan sayuran atau daging. Akhiri dengan segelas jus, jika tak sempat mengunyah buah. Sertakan juga suplemen multivitamin, jika Anda cemas makanan yang dikonsumsi kurang bergizi.

8. Jangan langsung tidur. Setelah makan sahur jangan langsung tidur. Tubuh memerlukan waktu untuk mencerna makanan.

SAAT BERBUKA PUASA

1. Pada saat berbuka, awali buka puasa Anda dengan makanan atau minuman hangat dan manis seperti kolak, sirup, ataupun minuman manis lainnya. Hal ini penting untuk menormalkan kadar gula dalam tubuh. Selain itu pada saat berbuka kita juga disunahkan untuk memakan kurma. Tapi ingat, jangan mengkonsumsi minuman yang mengandung soda, karena dapat menimbulkan akibat buruk bagi perut Anda, terutama bagi anda yang memiliki penyakit maag.

2. Jangan langsung minum air dingin atau es, sebaliknya biasakanlah berbuka dengan minuman yang hangat. Perut yang kosong bisa menjadi kembung, bila Anda langsung berbuka puasa dengan air dingin, karena asam lambung dalam tubuh kita akan terbentuk semakin banyak.

3. Kemudian beristirahatlah kurang lebih satu jam sebelum menyantap hidangan berbuka yang telah dihidangkan. Tujuannya untuk memberikan keseimbangan terlebih dahulu pada pencernaan kita. Ingat, jangan mengkonsumsi makanan berlebihan dan makanan asinan.

4. Berbuka puasa hendaknya dilakukan secara bertahap dan tidak terburu-buru agar lambung tidak "kaget". Dengan demikian kerja lambung tidak terlampau berat karena lambung membutuhkan ruangan kosong untuk mencerna makanan. Untuk meringankan kerja pencernaan, kunyah makanan dengan baik.

5. Jangan makan dan minum terlampau banyak pada saat berbuka puasa. Kerja lambung yang sudah dibiarkan beristirahat sekitar 12 jam, akan menjadi terlampau berat.

6. Setelah berbuka puasa jangan langsung tidur. Tubuh memerlukan waktu untuk mencerna makanan.

Semoga dengan menerapkan cara sahur dan berbuka puasa yang sehat, ibadah puasa kita menjadi lancar.
Selengkapnya...