Kamis, 05 November 2009

Makan Cepat-cepat Berisiko Bikin Gemuk dan Obesitas

London, Ternyata bukan hanya makanan cepat saji yang bikin gemuk, tapi makan cepat-cepat pun bisa membuat seseorang lebih gemuk. Studi tentang kebiasaan makan ini membenarkan pepatah orang tua yang mengatakan bahwa sebaiknya seseorang mengunyah makanan minimal 20 kali sebelum menelan.

Studi menunjukkan bahwa orang yang menelan makanannya dengan cepat cenderung mengonsumsi makanan lebih banyak dibanding orang yang makan dengan santai. Peneliti percaya bahwa makan cepat akan menghentikan produksi hormon peptida YY dan glukagon-peptida di usus yang bertindak sebagai pengerem nafsu makan pada otak.

Hormon yang seharusnya memberi tahu otak bahwa makanan di perut sudah penuh menjadi tidak berfungsi. Akibatnya, seseorang tidak akan merasa kenyang dan menjadi keterusan makan.

Professor Stephen Bloom dari Imperial College, London mengatakan bahwa tren makan cepat yang biasa dilakukan pekerja kantoran atau orang-orang yang sibuk akan memicu risiko obesitas. "Makan cepat sambil mengerjakan pekerjaan di depan komputer akan mempercepat risiko obesitas," ujar Stephen seperti dikutip dari Dailymail, Kamis (5/11/2009).

Untuk itu, Stephen menganjurkan agar seseorang tidak makan dengan cepat-cepat. "Tidak ada salahnya makan dengan perlahan-lahan dan terkontrol. Dengan begitu seseorang justru bisa lebih langsing," jelas Stephen.

Dalam studinya, peneliti mencoba membandingkan pengaruh pola makan cepat dan perlahan pada partisipan terhadap kadar glukosa, insulin dan lemaknya. Masing-masing partisipan diberi makan 300 ml es krim dan diinstruksikan untuk makan dengan kecepatan yang berbeda-beda.

Selain mengukur kadar gula darah, peneliti juga mengukur kadar hormon peptida YY dan glukagon-peptida yang berfungsi mengirim sinyal pada otak untuk berhenti makan.

Hasilnya adalah, partisipan yang makan es krim dalam waktu 30 menit memiliki kadar hormon yang lebih tinggi dalam darah dan merasa sudah kenyang dibanding mereka yang makan dengan buru-buru. Itu artinya partisipan yang makan dengan terburu-buru akan memiliki hormon peptida YY dan glukagon-peptida yang lebih sedikit dalam tubuhnya.

Studi ini dimuat dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism. "Banyak orang yang sudah tahu bahwa makan cepat bisa menimbulkan konsumsi berlebih dan obesitas. Beberapa studi sebelumnya pun sudah membuktikannya. Namun tetap saja banyak orang yang sulit menghentikan kebiasaan buruknya itu," ujar Dr Alexander Kokkinos, dari Laiko General Hospital, Athena, Yunani. (sumber: Detik.com)

11 komentar:

Erikson mengatakan...

pertamax dulu ahh...

Erikson mengatakan...

lalu gmn dengan gemuk karena keturunan apakah ini faktor dominan juga? lalu bagaimana dengan orang yang makannya banyak namun tak gemuk juga, ada penjelasan medis nya gak?

Launching BeBlog mengatakan...

kenapa ya saya kok g bisa gemuk

cara biar gemuk gimana?

jalahati mengatakan...

tapi...kalo makan es krimnya pake lama, kan keburu cair, sob. :)

ayu siska mengatakan...

saya makan cepet-cepet juga tetep gak gemuk2..:)

pitria dewi l mengatakan...

mungkin ini bisa untuk diet?

Anonimmengatakan...

meskipun ada pengaruh sama kecepatan makan...
metabolisme sebenarnya lebih mempunyai peran dalam menentukan kegemukan seseorang...
buat yg pengen gemuk tapi sehat...
coba dengan banyak olahraga...
habis itu makanlah makanan yg sehat dan tinggi protein...
coba juga latian angkat beban...
sangat membantu untuk menaikkan berat badan, tapi bukan lemak...

busana muslim mengatakan...

thx untuk artikelnya. bagus dan bermanfaat banget

Pengobatan Alami Penyakit Asma mengatakan...

aku makan cepet-cepet ga jadi gemuk juga..

obat herbal hernia mengatakan...

infonya sangat bermanfaat,trimakasih

jual obat herbal hernia

Mohamad Febrian Saputra mengatakan...

Mampir kesini↓↓ juga ya ^_^

Sanitatisofficial.blogspot.co.id

Posting Komentar