Sabtu, 13 Juni 2009

Risiko ketergantungan obat tidur

Orang tua yang biasa mengonsumsi obat tidur untuk mengatasi kecemasan, berisiko empat kali lebih besar melakukan bunuh diri dibanding orang yang tidak memakai. Suatu kajian mengenai kasus bunuh diri orang tua di kota Gothenburg, Swedia, dan dua kabupaten di dekatnya memperlihatkan obat anti-depresan, anti-psikotik, sedatif, dan hipnotik tampaknya membuat orang tua lebih mungkin untuk melakukan bunuh diri.

Anders Carlsten dan Margda Waern dari Universitas Gothenburg, Swedia, melakukan studi kasus untuk memastikan apakah obat psikoaktif jenis tertentu berkaitan dengan risiko bunuh diri pada usia lanjut, seperti ditulis ANTARA. "Perawatan dengan menggunakan sedatif berkaitan dengan peningkatan hampir 14 kali lipat risiko bunuh diri," kata Carlsten. "Sementara pemberian resep hipnotik berkaitan dengan peningkatan empat kali lipat risiko bunuh diri."

Carlsten dan Waern melakukan penelitian terhadap 85 pria dan wanita berusia di atas 65 tahun yang melakukan bunuh diri, dan membandingkan antara mereka dengan satu kelompok orang usia lanjut dari kalangan umum yang tidak melakukan bunuh diri. Setelah mencocokkan kondisi kejiwaan, terlihat bahwa semua pasien yang mengonsumsi sedatif dan hipnotik untuk mengatasi gangguan tidur, empat kali lebih mungkin melakukan bunuh diri. Menurut Carlsten dan Waern, para dokter perlu berhati-hati mengenai hal tersebut, karena obat-obatan ini diberikan secara luas untuk orang berusia lanjut.
Sumber www.Liputan6.com

0 komentar:

Poskan Komentar