Sabtu, 13 Juni 2009

Obat-Obatan yang dilarang diberikan untuk si buah hati

Berikut tujuh obat-obatan yang harus dihindari untuk diberikan pada anak-anak. Dibanding orang dewasa, anak-anak pada umumnya lebih mudah terserang alergi atau timbul reaksi setelah minum obat dari resep dokter atau obat yang bisa dibeli bebas.Jika dibiarkan, dapat mengakibatkan penyakit yang serius.
Oleh karena itu, cegah sebelum terjadi sesuatu. Berikut tujuh obat-obatan yang harus dihindari untuk diberikan pada anak-anak.

1. ASPIRIN
Jangan sekali pun memberikan aspirin pada anak atau obat lainnya yang mengandung aspirin. Aspirin dapat membuat anak mudah terserang penyakit sindrome Reye, yaitu penyakit yang jarang terjadi tapi jika terkena bisa fatal akibatnya. Jangan pernah berpikiran bahwa obat anak-anak yang dijual di apotik bebas dari aspirin. Jadi, baca dengan cermat dan hati-hati label/keterangan obat-obat tersebut. Kalau ragu, tanyakan pada dokter atau apoteker.

2. OBAT ANTIMUAL
Kecuali direkomendasikan atau diresepkan oleh dokternya, jangan pernah memberi si kecil obat antimual. Umumnya keinginan untuk muntah hanya berlangsung sejenak dan anak dapat mengatasinya tanpa harus minum obat. Obat antimual memiliki risiko komplikasi dan berbagai efek samping buruk lainnya. Jadi, sekali lagi, jangan beri anak obat tersebut tanpa rekomendasi dokter. Jika anak Anda merasa mual dan ada gejala dehidrasi, segera hubungi dokter langganan Anda.

3. OBAT UNTUK ORANG DEWASA
Memberikan anak obat-obatan yang diperuntukan bagi orang dewasa meski dengan dosis tetap berbahaya! Jika tidak ada keterangan bahwa obat tersebut boleh diberikan pada anak dengan dosis tertentu (setengah atau hanya sekali sehari, misalnya) jangan berikan!

4. BUKAN ATAS NAMANYA
Hindari memberikan obat dari resep dokter yang diberikan pada orang lain dan bukan atas nama si kecil. Yang juga berbahaya adalah memberikan obat dengan anggapan gejala penyakitnya sama dengan penyakit yang tengah diderita anak. Penyembuhan menjadi tidak efektif bahkan membahayakan. Berikan obat khusus yang ditujukan hanya untuknya dengan kondisi yang khusus pula.

5. SUDAH KADALUARSA
Buang semua jenis obat dari resep dokter atau atau yang dijual bebas begitu batas waktunya habis. Setelah masa berlakunya habis, obat tidak akan bekerja efektif bahkan bisa menjadi berbahaya. Jangan membuang obat-obatan di toilet karena dapat membuat air terkontaminasi sehingga berpengaruh pada air minum. Jangan lupa, sebelum membuang obat, tutup rapat-rapat botol atau kemasannya.

6. MENGANDUNG PARASETAMOL
Banyak obat yang dijual bebas untuk penyakit demam atau batuk yang mengandung
parasetamol. Unutk obat demam sebaiknya yang mengandung Ibuprofen. Jadi, berhati-hatilah dan teliti keterangan di kemasan sebelum membeli. Jika ragu, hubungi dokter atau apoteker.

7. TABLET KUNYAH
Untuk anak berusia di bawah 3 tahun, tablet yang dikunyah sering membuatnya tersedak, obat tertelan, dan membuat tenggorokannya tersumbat. Jika memberi tablet kunyah, sebaiknya haluskan/gerus terlebih dahulu, taruh di sendok. Bisa juga dicampur dengan makanan seperti yoghurt atau pisang namun Anda harus yakin benar, anak dapat memakan seisi sendok tersebut agar dosis obat yang diberikan cukup alias tak bersisa sehingga obat bisa bekerja efektif melawan penyakit.

8 komentar:

CS Rahasiablogging mengatakan...

Informasi yang bagus untuk calon ibu seperti saya mas

Riri mengatakan...

tku nfonya/

denpry mengatakan...

iya bener dech...kita memang harus lebih ekstra waspada buat anak2 apalagi yang namanya obat...

denpry mengatakan...

iya betul kita harus ektra waspada pada anank2 apalagi kalu ketemu obat...

Qoe Ray mengatakan...

Info yang keren bro...

Anonimmengatakan...

bukannya kalau beri ibuprofen pada anak lebih berbahy daripd paracetamol????

obat herbal mengatakan...

lalu obat2an apa yang aman untuk si kecil jika panas?

Anonimmengatakan...

mohon ijin, sy luruskan sdikit. setiap obat ada indikasi pemberian, spt PANAS, walaupun sm2 panas tapi patofisiologi peyebab panas itu beda2, bisa krn faktor lokal/sistemik,bakteri/firus dsb. drpd anda bingung atw salah membeli obat, atau bahkan dpt menyebabkn kerugian pd anak sendiri (buat anak kok coba2) maka sy lbh percaya pada dokter krn dia yg akan memeriksa kondisi fisik anak qt, jika dibutuhkan mgkn dilakukann pemeriksaan lab, siapa tau? dan dia jg yg akan menentukn obat yg terbaik ssuai kondisi anak kita ^_^

Posting Komentar