Sabtu, 06 Juni 2009

Berhati-hatilah Mengkonsumsi Obat Flu

Flu atau batuk pilek adalah penyakit masyarakat karena lazim dijumpai dalam masyarakat sehari-hari dan gampang menular di tengah masyarakat. Umumnya jika seorang dewasa menderita flu, tidak panik dan jarang ke dokter, tetapi lebih sering mampir ke warung dan membeli obat flu yang dijual bebas. Dan memang langkah tersebut cukup tepat untuk flu yang baru diderita beberapa hari, dan mesti disertai cukup istirahat, minum air putih yang banyak serta makan bergizi. Dengan cara simple seperti itu, flu pun umumnya akan berlalu. Tetapi untuk beberapa orang dan situasi sebaiknya Anda lebih kritis dalam memilih obat flu yang dijual di pasaran.

Umumnya obat flu di pasaran adalah kombinasi antara beberapa di antara berikut : parasetamol, klorfeniramin maleat, pseudoefedrin, PPA (PhenylPropanolAmin), kafein, codein maupun dekstromethorphan. Bahan-bahan kimia tersebut dalam dosis terjual memang dalam batas aman sesuai dengan kriteria BPOM, tetapi yang perlu diperhatikan adalah efek sampingnya.

Pseudoefedrin dan PPA adalah obat stimulator bagi pembuluh darah dan jantung (adrenergic) oleh karena itu sebaiknya dihindari bagi Anda yang menderita darah tinggi, juga dengan kelainan jantung tertentu. Kedua obat ini potensial meningkatkan kerja jantung dan tekanan darah, yang bagi mereka sebelumnya menderita hipertensi, apalagi berusia lanjut, maka akan membuat tekanan darah Anda mengamuk. Tetapi tentunya hal ini tidak terjadi jika dikonsumsi orang dengan tekanan darah relatif baik. Contoh kasus yang pernah terjadi, ketika pasien hipertensi di suatu klinik di Jakarta rutin kontrol sudah 2 minggu untuk hipertensinya, tetapi tekanan darahnya malah cenderung naik, padahal dosis obat sudah dinaikkan dan diberi nasehat tentang perbaikan gaya hidup. Setelah ditanya-tanya kemudian , ternyata sejak 1,5 minggu lalu pasien tsb sering flu dan minum obat flu yang mengandung pseudoefedrin. Setelah dianjurkan berhenti menggunakan obat tersebut, 1 minggu kemudian tekanan darahnya langsung menunjukkan perbaikan nyata. Jadi berhati-hatilah bagi kaum hipertensi terhadap kedua obat ini, apalagi jika Anda sudah berumur dan tekanan darah diatas 180 mmHg, karena insiden stoke terkait penggunaan irrasional kedua bahan ini pernah dilaporkan dalam jurnal medis.

Klorfeniramin maleat dikenal karena membuat rasa kantuk yang nyata sesuai dengan dosisnya. Umumnya obat flu seperti Panadol hijau memuat dosis 1 mg bahan ini. Untuk beberapa obat lain, dosisnya bisa 2 mg dan dosis sebesar ini pada orang umum sudah menimbulkan kantuk atau jka tidak daya konsenstrasi dan refleks berkurang. Jadi sangatlah dianjurkan untuk tidak meminum kandungan ini bagi mereka yang bekerja memerlukan waspada dan refleks tinggi seperti sopir, pekerja pabrik dengan mesin, atau pelajar yang sedang masa ujian. Kecelakaan kerja dan lalu lintas karena mengantuk setelah meminum obat dengan kandungan klorfeniramin maleat tidak jarang saya jumpai selama bertugas di UGD.

Berhati-hatilah pula jika Anda memilih obat flu dengan kandungan parasetamol yang dikombinasi dengan kafein. Kafein seperti yang kita tahu adalah senyawa stimulant yang terkandung di dalam kopi, teh dan coklat. Nah kafein yang sama ini dipakai dalam kombinasi dengan parasetamol dikarenakan efek potensiasi (memperkuat daya efektivitas) parasetamol. Tetapi bagi mereka yang sensitif terhadap kafein (menurut dr.Adamo yang menulis diet terkait golongan darah, mereka yang bergolongan darah O sensitif terhadap kafein), maka kafein akan menimbulkan pusing, tegang, sulit tidur bahkan serangan migren bagi yang memiliki bakat migren. Jadi jika Anda sensitif terhadap kafein, atau Anda yang rajin minum kopi bergelas-gelas dalam sehari ataupun Anda yang punya riwayat migren, sebaiknya mencari parasetamol yang tanpa kombinasi dengan kafein.

Parasetamol sendiri walaupun golongan analgetik pain killer) ‘teraman’ daripada jenis lain (seperti aspirin, asam mefenamat,dll), tetap menyimpan efek samping, khususnya ke lambung. Peradangan lambung bahkan hingga perdarahan saluran cerna dapat terjadi jika penggunaannya terlalu sering, jangka waktu lama dan diminum dalam perut kosong. 1 tablet parasetamol 500mg sebaiknya diminum tidak lebih cepat dari setiap 4 jam.

Yang terakhir adalah mengenai obat batuk. Prinsipnya, jangan minum obat batuk asal-asalan, sesuaikan dengan jenis batuk Anda. Secara umum batuk itu ada dua, batuk keringkah atau berdahakkah? Untuk batuk kering, obat yang tepat adalah codein ataupun sepupunya yaitu dextrometorphan, kedua obat ini bekerja menghambat langsung pusat batuk di otak. Nah bayangkan apa yang terjadi jika Anda yang berbatuk berdahak meminum kedua obat ini, yang terjadi adalah batuk refleks batuk Anda dihambat oleh otak akibatnya semua lender tertahan dan berkumpul menutupi saluran napas Anda. Maka Anda bisa sesak dan bahkan fatal. Batuk sesungguhnya refleks bonus dari pencipta terhadap saluran napas kita untuk mengeluarkan zat asing yang ada si saluran napas, yah salah satunya si lendir itu. Jadi berhati-hati lah dalam memilih obat flu, jika Anda memiliki penyakit lain sebelumnya, seperti hipertensi, sebaiknya berkonsultasi ke dokter sebagai tindakan yang bijaksana.

1 komentar:

Anonimmengatakan...

Mantab Om !!
Setidaknya jadi tahu resiko minum obat :D

http://inkreservoir.blogspot.com

Poskan Komentar